Sejarah Berdirinya Majalah Fortune Indonesia

  • Whatsapp
fortune indonesia
Source: Fortune Indonesia (https://www.fortuneidn.com/news/amelia/fortune-indonesia-100-resmi-diluncurkan)

Berdirinya majalah Fortune hingga sampai pada hari ini pastinya tidak terlepas dari jasa Henry Robinson Luce seorang yang tegar, antusias, dan tidak takut akan persaingan bisnis majalah saat itu.

Pada saat itu, majalah Fortune dikawal oleh Luce sebagai pendiri sekaligus editornya. Kemudian untuk editor pelaksana awalnya yaitu Parker Lloyd-Smith. Karena nuansa seni dan grafis yang klasik dari majalah Fortune saat itu, maka Thomas Maitland Cleland didapuk sebagai editor seni dan sekaligus mendesain sampul dan ilustrasi isi dari majalah itu.

Bacaan Lainnya

Majalah Fortune saat itu bermarkas di Chrysler Building di 135 East 42nd Street di New York City. Kemudian beberapa tahun kemudian dialihkan ke Time-Life Building di 1271 Avenue of the Americas and Brookfield Place di 225 Liberty Street. Sementara itu, markas utamanya ada di 40 Fulton Street.

Di tengah gelombang the great depression serta resesi ekonomi Amerika pada tahun 1929, hingga nilai saham anjlok dan beberapa kalangan investor di bidang saham dan ekonomi mengalami defisit hingga melakukan PHK terhadap sejumlah karyawannya.

Pada tahun 1933 merupakan puncak the great depression sekaligus resesi ekonomi yang paling terparah. Sebagai akibatnya, ada banyak warga Amerika yang kesulitan mencari lapangan kerja, mereka banyak yang menganggur tidak dapat pekerjaan. Selain itu, lapangan pekerjaan saat itu semakin minim, banyak pengangguran dan kelaparan.

Di tengah kondisi yang tidak menguntungkan tersebut, Luce membawa angin segar. Ia tidak takut dengan badai the great depression dan resesi ekonomi saat itu. Ia punya mimpi besar, dan ia dengan semangatnya melahirkan sebuah majalah besar yang diberi nama Fortune.

Lahirnya majalah Fortune rekaan Luce rupanya membawa sebuah gagasan besar sekaligus mengajak kepada rakyat Amerika untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi. Luce dengan gagasannya tersebut ingin memperbaiki ekonomi saat itu melalui karya tulisnya yang tertuang di dalam majalah Fortune tersebut.

Di dalam majalah Fortune tersebut, Luce lebih memfokuskan pembahasan tentang bidang ekonomi. Ia memompa semangat masyarakat Amerika saat itu untuk memperbaiki ekonomi dengan berbagai pengetahuan literasi keuangan seperti saham, keuangan, investasi, bisnis, dan lain sebagainya. Nyatanya, dari majalah kreatif tersebut ternyata mampu mengubah jutaan masyarakat Amerika untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.

Luce adalah sosok yang inspiratif saat itu. Dia sosok yang pantang menyerah, revolusioner, berwibawa, dan idealis. Melalui majalah yang dicetuskannya tersebut, majalah Fortune akhirnya makin terkenal dan populer di Amerika. Pada akhirnya banyak investor di bidang bisnis yang melirik majalah Fortune sebagai lumbung untuk berpromosi, menghadirkan tulisan-tulisan berguna. Luce selalu berpesan kepada awak media agar setiap kali menulis haruslah komplet, lengkap, dan menghantarkan pembaca pada suatu titik pencerahan dalam bidang tulisan apapun itu.

Pada tahun 1930, Luce menghadirkan sosok Dewi Fortuna bersama rodanya dalam majalah Fortune pada edisi perdananya. Roda mempunyai filosofis suatu kemampuan alat untuk terus maju bergerak, berputar, dan mampu berjalan ke arah maju.

Saking populernya majalah Fortune saat itu, hingga harganya dijual dengan harga yang cukup tinggi, dan hanya beberapa kalangan saja yang bisa membelinya. Harga cukup tinggi ini ternyata setara dengan kualitas isi dari majalah Fortune tersebut. Hingga banyak respon dari masyarakat Amerika saat itu bahwa majalah Fortune ini bukan hanya sekedar majalah, tapi isinya berbobot dan memiliki kekuatan story telling dan kaidah jurnalis yang akurat dan terpercaya.

Story telling yang kuat inilah yang membedakan Fortune dengan majalah lain yang ada di Amerika. Fortune tetap pada peminatnya sendiri. Dan saya rasa Luce adalah orang cerdas, dan lebih mengutamakan sisi humanisme dan kekuatan user experience dari setiap kali orang membaca majalah besutannya itu.

Kini, majalah Fortune terus berkembang dan mempunyai idolanya sendiri. Perkembangannya dari tahun 1930 hingga saat ini tentunya patut diapresiasi karena mampu melewati beragam tantangan global di tengah persaingan media yang makin masif dan bebas.

Majalah Fortune kini semakin berkembang mengikuti perkembangan zaman, yaitu selain dalam bentuk media cetak, juga ada dalam bentuk digital yang bisa diakses melalui halaman website. Ini adalah perkembangan yang bagus pastinya. Fortune terbang menyesuaikan dengan kondisi zaman yang serba digital.

Fortune saat ini di bawah naungan Fortune Media Group Holdings Limited yang dipegang oleh Chatchaval Jiaravanon. Dan kantor cabangnya sudah semakin meluas di beberapa negara seperti di Boston, Chicago, Beijing, Hong Kong, New York City, San Francisco, London, Los Angeles, serta Shanghai.

Sejarah Majalah Fortune di Indonesia

Sama halnya seperti tantangan terberat Luce saat pertama kali mendirikan majalah Fortune di Amerika kala itu. Kini, tiba saatnya majalah Fortune menyambangi Indonesia dengan tantangan yang tak kalah peliknya, yaitu di tengah wabah COVID-19.

Lahirnya Majalah Fortune Indonesia pada 8 Agustus 2021 silam diprakarsai oleh Winston Utomo dan William Utomo sebagai pendiri IDN Media yang berharap bahwa lahirnya majalah Fortune ini bisa menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk terus bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Selain itu, majalah Fortune juga menargetkan pasarnya untuk kaum milenial dan gen-Z yang penuh inovasi, kreasi, dan juga ekspresi.

Inisiator Majalah Fortune di Indonesia, Sumber: Fortuneidn.com

Selain dalam bentuk majalah cetak, majalah Fortune Indonesia yang dinaungi oleh IDN media ini juga tersedia dalam bentuk media digital berbasis website yaitu di laman: https://www.fortuneidn.com/.

Di laman website fortuneidn.com tersebut, ada beberapa rubrik/fitur hangat yang disajikan seputar ekonomi dan bisnis yang bisa memanjakan pembaca seperti:

  • Market: Membahas seputar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG);
  • Business: Membahas berita-berita seputar bisnis, profil tokoh, perusahan dan beragam inovasi bisnis;
  • Finance: Membahas seputar literasi keuangan seperti pajak, perbankan, asuransi, hingga berita-berita seputar ekonomi;
  • News: Berisi berita-berita seputar kesehatan, energi, industri dan lain sebagainya;
  • Tech: Semua berita teknologi terkini seputar elektronik, aplikasi, games, gadget, dan lain sebagainya;
  • Sharia: Di fitur ini berisi hal-hal seputar berita investasi, ekonomi, investasi, dan asuransi, dan perbankan;
  • Luxury: Berisi seputar berita-berita menyangkut hotel, liburan, kuliner, travel dan gadget yang benar-benar sedang hangat dibicarakan oleh banyak orang. Selalu terbaru semua isi beritanya.

Selain fitur-fitur lengkap di atas, saya juga merasa bahwa saat mengakses website Fortune Indonesia tersebut dengan berbagai perangkat baik PC/Komputer, laptop, maupun smartphone cukup lancar loading websitenya, ramah seluler (mobile friendly), juga tulisan di websitenya sangat mudah dibaca. Selain itu, saat saya membaca isi artikel maupun beritanya, maka disajikan dengan pembahasan yang mudah dimengerti, dilengkapi gambar/ilustrasi maupun video pendukung, serta story telling yang kuat sehingga saya pun tertarik untuk terus membaca artikel yang lainnya.

Secara umum, halaman website Fortune Indonesia tersebut juga mudah dijelajahi karena navigasi situsnya mudah dipahami bahkan untuk orang awam yang baru saja mengunjungi website tersebut.

Bagi saya pribadi, memang sudah layak website Fortune Indonesia besutan IDN Media ini sebagai acuan bagi pembaca untuk memperoleh informasi terupdate seputar bisnis dan ekonomi. Dengan begitu, akan ada banyak masyarakat Indonesia yang lebih melek terhadap literasi keuangan, sehingga akan memunculkan lebih banyak generasi muda milenial dan gen-Z yang lebih paham soal ekonomi dan tantangan ke depannya.

Sumber Referensi Pendukung Tulisan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *